Berisi tentang Trik, Tutorial, Tanya-jawab seputar Komputer dan Jaringan, dan Mikrotik

Jumat, 28 Maret 2014

Sistem Operasi Jaringan adalah sistem operasi yang ditujukan utuk menangani jaringan. Umumnya, Sistem Operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna.
Pelayanan yang disediakan untuk pengguna antara lain layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak ( Sharing Printer ), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya tentunya masih banyak lagi.

Istilah ini populer digunakan pada akhir dekade 1980-an sampai awal dekade 1990-an. 

Beberapa Sistem Operasi Jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut :
  1. Microsoft MS-NET
  2. Microsoft Lan Manager
  3. Novell NetWare
  4. GNU/Linux
  5. Banyan VINES
  6. Beberapa varian UNIX, yaitu : SCO OpenServer, Novell UnixWare, Solaris.
Sekian sedikit pengetahuan tentang Sistem Operasi Jaringan. Pada pertemuan yang akan datang saya akan mempostingkan tentang tipe jaringan.

Kamis, 27 Maret 2014

1. Hal - hal yang Disiapkan
  • Tool yang digunakan untuk perbaikan, contoh :
  1. Lan Tester
  2. Tone Generator
  3. Crimping Tool
  4. Obeng
  5. Dll.
  • Hardware dan Software untuk menggabti komponen yang bermasalah, contoh :
  1. NIC
  2. HUB
  3. Access Point
  4. Kabel dan Konektor
  5. CD Driver
  • Log Sheet

    Laporan hasil diagnosis jaringan yang berisi skema topologi, IP Address, permasalahan dan solusinya, sehingga mempermudah dalam perbaikan dan tidak trial and error.
  • Keahlian untuk memperbaiki, contoh :
  1. Dapat memasang NIC
  2. Mengrimping
  3. Install driver
  4. Dll.
2. Langkah Langkah Setting Ulang Jaringan
  1. Mempersiapkan perbaikan
  2. Melakukan perbaikan jaringan
  3. Melakukan setting ulang jaringan 
  4. Memeriksa hasil perbaikan jaringan
3. Melakukan Perbaikan Jaringan
  • Tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan
  • Tindakan yang dilakukan termasuk pemasangan & konfigurasi ulang perangkat yang diganti.
4. Memeriksa Hasil Perbaikan
  1. Memeriksa pemasangan LAN Card 
  2. Memeriksa pemasangan konektor
  3. Setting ulang atau konfigurasi ulang seara software
5. Menguji Konektifitas Jaringan
  • Dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifiaskan telah berhasil masuk dalam jaringan.
  • langkah langkahnya :
  1. Menggunakan menu Network > Find Computer
  2. Double klik pada Network Neighborhood
  3. Denggan menggunakan MS-DOS, ketikkan ipconfig/all.

Rabu, 19 Maret 2014

Dalam membangun sesutau kita tidak pernah luput dari masalah masalah, begitu juga jika kita membangun suatu jaringan lokal, pasti ada masalah yang muncul pada jaringan tersebut. untuk lebih jelasnya tentang apa saja masalah yang sering muncul pada jaringan lokal mari kita simak di artikel ini.


1. Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan

Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala. Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut jaringan dalam kondisi down. Down pada jaringan LAN disebabkan system dalam jaringan LAN tersbut atau karena tidak berfungsinya peralatan maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut. Down dalam jaringan LAN lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui indicator-indikator yang dapat kita lihat. Indikator-indikator tersebut memberikan isarat jika terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya komponen.


2.  Kerusakan pada Kabel dan konektor Jaringan

Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu :

a. Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST.

Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan.

b. Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45.

Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar), susunan  pengkabelan yang salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada Hub/switch.

c. Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC.

Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar komputer berhenti.


3. Gangguan atau Kerusakan pada Hub/switch

Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.


4. Tidak bisa sharing data

Hal ini sering terjadi dikarenakan sharing pada computer masih di disable jadi kita harus mengaktifkan. Selain itu mungkin sedang terjadi hang pada computer dan yang harus ditempuh adalah merestar komputer. Hal ini juga sering terjadi karena ip config.


5. Komputer tidak terdeteksi oleh komputer lain

Hal ini sering terjadi dikarenakan alamat digunakan dan IP yang kosong. Solusinya ganti IP address sehingga bisa terdeteksi oleh komputer lain.


6. Tidak muncul Local Area Connection

Hal ini kemungkinan besar kita lupa untuk mengisntal driver Network Adapter. jadi solusinya yang harus dilakukan adalah menginstal Driver Network Adapter.


7. Icon Lan Area Connection tidak berkedip biru

Hal ini sering terjadi karena kita dalam memasang konektor kurang tepat, coba lihat lampu indicator pada konektor apakah sudah menyala atau belum. Jika belum coba cabut dan tancapkan kembali.


8. Lambatnya Jaringan Dan Bagaimana Memperbaikinya Performanya

Performa jaringan yang sangat lambat ini biasanya disebabkan oleh congestion jaringan (banjir paket pada jaringan), dimana traffic data melebihi dari kapasitas bandwidth yang ada sekarang. Performa LAN juga bisa diperbaiki dengan menggunakan link backbone Gigabit dan juga Switch yang mempunyai performa tinggi. Jika system jaringan menggunakan beberapa segment, maka penggunaan Switch layer 3 akan dapat menghasilkan jaringan yang berfungsi pada mendekati kecepatan kabel dengan latensi minimum dan secara significant mengurangi jaringan yang lambat.


9. Kerusakan jaringan karna Serangan Trojan Virus

Jika environment jaringan anda terinfeksi dengan Trojan virus yang menyebabkan system anda dibanjiri oleh program-2 berbahaya (malicious programs), maka jaringan akan mengalami suatu congestion yang mengarah pada kelambatan system jaringan anda, dan terkadang bisa menghentikan layanan jaringan.

BitDefender Corporate Security adalah solusi manajemen dan keamanan bisnis yang sangat tangguh dan mudah digunakan yang bisa memberikan perlindungan secara proaktif terhadap serangan viruses, spyware, rootkits, spam, phising, dan malware lainnya.

Selasa, 18 Maret 2014

Untuk membuat suatu jaringan di butuhkan kabel yang berfungsi sebagai penghubung. Kabel yang digunakan dirancang khusus untuk dapat berfungsi dengan baik. Ada 4 jenis kabel yang digunakan dalam merancang sebuah jaringan komputer. Kabel tersebut antara lain kabel Coaxial, kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel Shielded Twisted Pair (STP) dan kabel Serat Optik (Fiber Optik).

Berikut ini jenis - jenis dan macam - macam kabel jaringan computer :


1. Kabel Coaxial










Pertama ditemukan pada tahun 1880-an, kabel ini umum dipakai untuk antena pada tv. Kabel Coaxial terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel. Beberapa jenis kabel coaxial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.

Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk dan electrical interference (berasal dari petir dan sistem radio) karena terdapat semacam perlindungan logam/metal dalam kabel tersebut. 
Kabel coaxial hanya dapat mempunyai transfer rate data maximum 10 Mbps.

Karakteristik kabel coaxial :
  1. Kecepatan dan keluaran 10 - 100 MBps
  2. Biaya Rata-rata per node murah
  3. Media dan ukuran konektor medium
  4. Panjang kabel maksimal yang di izinkan yaitu 500 meter (medium)

Jaringan yang menggunakan kabel coaxial merupakan jaringan dengan biaya rendah, tetapi jangkauannya sangat terbatas dan keandalannya juga sangat terbatas. Kabel coaxial pada umumnya digunakan pada topologi bus dan ring.


2. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)










UTP merupakan kabel jaringan yang paling banyak digunakan karena UTP mempunyai tingkat noise yang kecil, disebabkan kabel dililitkan berpasangan sehingga Mengurangi gelombang elegtromagnetic yang dapat mengganggu pengiriman data. Kabel Unshielded Twisted Pair  (UTP) merupakan sepasang kabel yang di-twist/dililit satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik yang dapat terdiri dari dua, empat atau lebih pasangan kabel (umumnya yang dipakai dalam jaringan komputer terdiri dari 4 pasang kabel / 8kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 Mbps sampai dengan100 Mbps tetapi mempunyai jarak yang pendek yaitu maximum 100m. Umumnya di Indonesia warna kabel yang terlilit/di-twist adalah (orange-putih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biru-putih biru). Pada umumnya menggunakan konektor RJ-45. Pada saat ini penggunaan UTP cable merupakan pilihan yang paling efisien dalam pengembangan jaringan komputer berkecepatan tinggi 10 mbps s/d 100mbps.

Terdapat 5 kategori kabel UTP :

1. Category (CAT) 1
Digunakan untuk telekomunikasi telepon dan tidak sesuai untuk transmisi data.

2. Category (CAT) 2
Jenis UTP ini dapat melakukan transmisi data sampai kecepatan 4 Mbps.

3. Category (CAT) 3
Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 10 Mbps.

4. Category (CAT) 4
Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 16 Mbps.

5. Category (CAT) 5
Merupakan jenis yang paling popular dipakai dalam jaringan komputer di dunia pada saat ini. Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 100 Mbps.

Kabel jenis UTP semakin banyak dipakai dari pada STP lantaran pemasangannya yang sedikit lebih gampang serta murah. Dalam penyususan kabel Unshielded Twisted Pair dipakai dua cara, yakni Straight Cable (kabel lurus) serta Crossover Cable (kabel menyilang). Kabel Straight dipakai dalam menghubungkan workstation dengan hub, sedang Kabel Menyilang dipakai untuk menghubungkan pada komputer dengan komputer tanpa lewat hub/switch. Pemasangan kabel jenis straight membutuhkan urutan warna yang di tetapkan, yakni seperti berikut :

A. Straight cable
Straight Cable Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna. Sebenarnya tidak semua pin tersebut digunakan, Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6. Jadi misal yang disambung hanya pin 1,2,3 dan 6 sedangkan pin yang lain tidak dipasang, tidak jadi masalah.

Sebenarnya urutan warna dari masing-masing kabel tidak menjadi masalah, namun ada standard secara internasional yang digunakan untukstraight cable ini.

Standart pemasangan

Urutan Ujung A
Putih Orange
Orange
Putih Hijau
Biru
Putih Biru
Hijau
Putih Coklat
Coklat

Urutan Ujung B
Putih Orange
Orange
Putih Hijau
Biru
Putih Biru
Hijau
Putih Coklat
Coklat

Waktu akan memasangnya, maka potong ujung kabelnya, kemudian susun kabelnya trus diratakan dengan pisau potong yang ada pada crimp tool. Andak tidak perlu repot harus melepaskan isolasi pada bagian ujung kabel, karena waktu Anda memasukan kabel itu ke konektor lalu ditekan (pressed) dengan menggunakan crimp tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor menembus sampai ke dalam kabel. Perhatikan, agar penekannya (pressing) yang keras, soalnya kalau tidak keras kadang pin tersebut tidak tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalau sudah kemudian Anda test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum. Kalau ternyata sudah benar dan masih gagal, berarti memang Anda belum beruntung. Ulangi lagi sampai berhasil.

B. Crossover Cable
Untuk tipe cross itu digunakan untuk menyambungkan langsung antar dua PC, atau yang umumnya digunakan untuk menyambungkan antar hub. (misalnya karena colokan di hubnya kurang). 
Cara pemasangannya juga sebenarnya mudah, sama seperti tipe straight, pin yang digunakan juga sebenarnya hanya 4 pin saja, yaitu pin 1, 2, 3 dan 6. 

Yang berbeda adalah cara pasangnya. Kalau pada tipe cross, pin 1 disambungkan ke pin 3 ujung yang lain, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Praktisnya begini, pada ujung pertama Anda bisa susun pinnya sesuai standar untuk yang tipe “straight”, sementara itu di ujung yang lain Anda susun pinnya sesuai standar buat tipe “cross”. Masih bingung? Begini cara mudahnya :

Urutan Ujung A
Putih orange
Orange
Putih hijau
Biru
Putih biru
Hijau
Putih coklat
Coklat

Urutan Ujung B
Putih hijau
Hijau
Putih orange
Biru
Putih biru
Orange
Putih coklat
Coklat

Sudah agak lebih mengerti? Jadi disini posisi nomor 1, 2, 3 dan 6 yang ditukar. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyalasemua setiap led dari nomor 1 sampai 8.

3. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)








Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”). Dilihat dari namanya Shielded Twisted Pair, kabel networking tipe ini terdiri dari 4 pasang dawai kabel yang masing-masing pasang dipelintir. Kabel STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan kabel. 

STP yang diperuntukkan bagi instalasi jaringan ethernet memiliki resistansi atas interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan ukuran fisik kabel. Kabel STP memiliki kelebihan dan kekurangan persis samadengan kabel UTP, memiliki satu hal keunggulan yakni jaminan proteksi jaringan dari interferensi-interferensi eksternal dan harganya lebih mahal dari UTP. 

Tidak seperti kabel Coaxial, lapisan pelindung kabel STP bukanbagian dari sirkuit data, karena itu perlu di-ground pada setiap ujungnya. Kabel STP tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh tanpa bantuan device penguat (repeater). Konektor RJ-45 & Tang Crimping Konektor RJ-45 digunakan untuk memasang kabel UTP dan memiliki 8 buah pin sebagai media transmisi data. Kabel UTP disusun berdasarkan warna yang telah ditentukan (urutan STRAIGHT atau CROSS) kemudian dimasukkan ke konektor RJ- 45 dengan menggunakan sebuah tang khusus bernama tang crimping.

Kelemahan kabel STP
  1. Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.
  2. Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.
  3. Harganya cukup mahal.

Kegunaan Kabel STP
Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.

4. Kabel Serat Optik (Fiber Optik)












Kabel fiber optik dibuat dari kaca yang dibungkus oleh pelindung dan material penguat. Fiber optik menggunakan cahaya untuk menghantar isyarat, berbeda dengan kabel tembaga yang menggunakan sinyalelektronik. karena itu kabel jenis ini tidak terpengaruh dengan gangguan elektromagnet. Kabel fiber optik sangat sesuai digunakan di kawasan yang banyak gangguan elektromagnet dan jarak yang jauh. 

Kabel fiber optik mendukung transmisi data berkecepatan tinggi tidak sama halnya dengan kabel tembaga (UTP dan Coaxial). besarnya data yang dapat di transmisikan memungkinkan penggunaan komunikasi yangmembutuhkan kecepatan seperti video konference. 10BaseF, 100BaseF, 1000BaseF merujuk kepada spesifikasi fiber optik yang membawa sinyal ethernet, angka F merujuk kepada Connector yang selalu digunakan untuk menyambung kabel fiber optik ialah ST connector yang menyerupai BNC Connector. Namun begitu SC connector akan menjadi lebih populer karena mudah digunakan. 

Penggunaan fiber optik umumnya digunakan pada jaringan besar dan jaringan tulang punggung (backbone). Tipe ini berisi satu serat kaca tipisyang mengalirkan data dalam pulsa cahaya. Cahaya pulsa merepresentasikan informasi digital yang dibawa melalui jaringan. Harga dan instalasi fiber optik memang mahal walaupun kini semakin turun karena itu pada umumnya orang kemudian mengkombinasikannya dengan kabel tembaga. berdasarkan jalur sinyal yang dikirimkan, FO dibagi menjadi 2, yaitu Single mode dan Multi mode.

Fungsi
Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data.

Karakteristik Kabel Fiber Optic
  1. Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabit per detik)
  2. Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar
  3. Biaya rata-rata pernode cukup mahal
  4. Media dan ukuran konektor kecil
  5. Kebal terhadap interferensi elektromagnetik
  6. Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 - 60 kilometer)
Keuntungan Kabel Fiber Optic

  1. Kecepatan jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan tinggi.
  2. Bandwith, Fiber optic mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar.
  3. Distance yaitu sinyal-sinyal dapat di transmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan "refresh" atau "diperkuat"
  4. Kabel-kabel fiber optic membutuhkan biaya alternatif murah 


Senin, 17 Maret 2014

Kali Ini PRAKERIN Akan Berbagi Informasi tentang Macam-macam Jaringan Pada Komputer. Jenis atau spesifikasi antar komputer yang digunakan tidak harus sama atau sejenis untuk dapat saling berhubungan. Yang terpenting masing-masing komputer memiliki sebuah alat koneksi seperti LAN card, Bluetooth, Wireless Card, atau lainnya dan menggunakan satu aturan protokol atau aturan komunikasi yang sama, atau disebut juga dengan TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol).


Macam-macam jaringan komputer

dilihat dari fungsinya dapat dibagi menjadi dua:


1. Jaringan Peer-to-peer

Tipe jaringan ini, masing-masing komputer terhubung langsung dengan lainnya menggunakan satu line. Penggunaannya tanpa alat komunikasi tambahan atau juga server. Jaringan ini hanya bisa menghubungkan dua unit komputer. Jenis inin pertama kali dipopulerkan para aplikasi file sharing seperti KaZaA atau Napster. Ide konsep ini lahir sekitar akhir 1980-an ketika komputer menjadi salah satu inventaris wajib setiap perusahaan kecil atapun perusahaan besar. 

Keuntungan dari jaringan peer-to-peer ini adalah dalam sistem pencarian dan pemindahan data yang cepat. Prosesnya menjadi lebih cepat dibandingkan harus memindahan data ke flashdisk lalu menyimpannya ke komputer yang lainnya.


2. Jaringan Client Server

Pada jaringan ini dibutuhkan satu unit komputer yang nantinya akan dijadikan sebagai alat komunkasi atau server. Gunanya yaitu untuk menghubungkan antar komputer yang satu dengan komputer yang lainnya. Sehingga, komputer yang bisa dihubungkan lebih dari satu unit dengan lebih line.

Kelebihan pada jaringan ini yaitu semua data bisa dijadikan satu yang disimpan di satu tempat (server). Sehingga, penempatan dan pengolahan data menjadi lebih tertata. Tetapi ini teryata bisa menjadi sebuah kelemahan juga karena jika server tersebut mengalami gangguan dengan jaringannya, semua komputer tidak bisa mengakses data.

Itulah macam-macam jaringan komputer berdasarkan fungsinya yang ternyata memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain.


Topologi Jaringan Komputer



Secara Topologi macam-macam jaringan komputer bisa dibagi menjadi empat jenis:

1. Topologi Bus

Masing-masing komputer saling terhubung dengan jalur jaringan satu jalur data utama atau back bone dengan menggunakan kabel. Lebih umumnya jaringan ini terhubung secara paralel. Jaringan ini sering dipakai pada jaringan dengan basis fiber optic.

Instalasi jaringan ini sangat sederhana, optimal, murah, dan cukup optimal. Maksimal komputer yang berada dalam jaringan ini antara 5 sampai 7 unit saja. Kesulitan yang kerap kali terjadi yaitu adanya tabrakan data ( collision ) karena mekanisme topologi bus ini yang sangat sederhana. 

Kekurangannya adalah jika terjadi gangguan di sepanjang kabel server, semua jaringan akan ikut terganggu.


2. Topologi Ring

Pada jaringan ini menggunakan prinsip lingkaran, dalam artian secara teknis masing-masing komputer saling menyambung dengan dua komputer. Begitu halnya dengan yang lainnya hingga tidak ada komputer yang menjadi ujung atau terputus. Lebih umumnya jaringan ini terhubung secara seri.

Kelemahan tipe jaringan ini yaitu jika ada salah satu komputer yang mengalami masalah dengan sistem jaringannya, keseluruhan jaringan komputer lainnyapun akan ikut terganggu. Tetapi dengan adanya jaringan FFDI ini dapat digunakan untuk mengantisipasi kekurangan ini. Dengan pemindahan data searah jarum jam atau pun berlawanan jarum jam secara bersamaan. Kelemahan jaringan ini yaitu adanya kesulitan dalam mendeteksi kerusakan. Terutama jika terjadi kerusakan, bisa menjadi penyebab terjadinya collision atau istilah dari penggabungan dua kelompok data.

Keunggulan jaringan ini adalah memiliki kecepatan yang maksimal dibandingkan dengan jaringan jenis lainya. Jaringan ini menggunakan fitur yang mengharuskan mampu real time seperti video dan audio. 


3. Topologi Mesh

Sama halnya dengan jenis jaringan peer to peer, tetapi menggunakan lebih dari dua unit komputer. Itulah sebabnya sistem jaringan model seperti ini tidak efisien karena terlalu banyak komputer di dalamnya. Sementara masing-masing komputer harus dihubungkan secara langsung. Akhirnya membuat sistem yang rumit dalam mengorganisaikan sistem jaringannya. Hal ini disebabkan oleh tiap-tiap dua komputer yang harus memiliki line tersendiri.


Kelebihan jaringan ini terleta pada jaminan data yang dapat langsung dikirim ke komputer tujuan tanpa harus melewati komputer lainnya Denga begitu, kecepatan pengiriman data yag akan digunakan menjadi lebih optimal. Apabila terjadi gangguan pada salah satu komputer, koneksi yang lainnya tidak akan ikut terganggu.


4. Topologi Star


Tipe jaringan ini bisa dijadikan solusi dari tipe jaringan mesh. Alasannya karena masing-masing komputer hanya menggunakan satu line. Satu line inilah yang nantinya dihubungkan pada satu alat komunikasi. Hubungan inilah yang kita kenal dengan hub atau switch. Dengan alat ini, penataan sistem jaringan akan menjadi lebih efisien. Jika salah satu komputer mengalami gangguan, tidak mengganggu sistem jaringan dengan komputer lainnya. 

Kelebihan jaringan ini terhadap lalu lintas data yaitu adanya kestabilan di saat jaringan sibuk.


Itulah macam-macam jaringan jika kita lihat berdasarkan topologinya. Setiap Topologi jaringan dari macam-macam jaringan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penggunaanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.



Jaringan Komputer Berdasarkan Area

Sedangkan jika melihat macam-macam jaringan berdasarkan dari areanya, jaringan dapat dibagi menjadi tiga:


1. Local Area Network (LAN)

Jenis jaringan ini hanya menghubungkan komputer-komputer lokal secara bersamaan untuk saling bertukar data atau informasi. Jaringan ini sering digunakan pada jaringan-jaringan kecil dalam beberapa ruangan atau lembaga yang dihubungkan melalui satu pusat jaringan utama atau disebut dengan gateway.

Kebanyakan LAN berbasis teknologi IEEE 802.3 Ethernet yang menggunakan perangkat switch. Wi-fi atau teknologi 802.11b juga sering dipakai untuk membuat jaringan LAN ini, atau sering disebut hotspot. Jaringan LAN ini memiliki kecepatan pemindahan data yang paling tinggi di antara jenis lainnya.


2. Metropolitan Area Network (MAN)

Jaringan MAN adalah perkembangan metode jaringan LAN yang lebih besar dengan menggunakan lebih dari satu gateway. Selanjutnya dihubungkan melalui satu server utama. Jenis jaringan ini sering diaplikasikan pada jaringan di wilayah kampus, perkotaan atau perkantoran karena jangkauan jaringan ini sangat luas. Bisa mencakup antara 10 sampai 50 KM. Jaringan tipe ini sering juga disebut sebagai intranet. Beberapa teknologi yang digunakan dalam WAN adalah Asynchronous Transfer Mode (ATM), SMDS dan FDDI.


3. Wide Area Netwok (WAN)

Jaringan ini mempunyai cakupan yang sangat luas karena menggunakan lebih dari satu server utama, yang kemudian masing-masing server tersebut nantinya akan terhubung melalui jaringan tersendiri agar terkoneksi. Jaringan ini mencakup area antar negara atau satu dunia yang sekarang dikenal sebagai Internet.

Dalam penerapannya sehari-hari, untuk menghubungkan jaringan WAN dengan jaringan LAN akan dibutuhkan alat untuk mengatur gateway-nya yang disebut sebagai Router dan saluran komunikasi publik.

Sabtu, 15 Maret 2014


  • Jaringan adalah sekumpulan komputer dan perangkat komputer yang saling terkoneksi secara fisik maupun logic melalui media komunikasi untuk melakukan komunikasi data.
  • Elemen dasar dalam komunikasi antara lain pengirim, penerima, media, protokol.
  • ARPANET adalah jaringan komputer pertama di dunia.
  • Fungsi dari jaringan :
    1. Data share ( berbagi data komputer )
    2. Software share ( berbagi program komputer )
    3. Resources share ( penggunaan hardware secara bersama sama )
  • Kelebihan Jaringan komputer :
    1. Kecepatan akses lebih tinggi
    2. Sistem keamanan & administrasi baik
    3. Sistem backup lebih baik
  • Kelemahan jaringan komputer :
    1. Biaya operasional mahal
    2. Butuh komputer server
    3. Jaringan bergantung pada server
  • Protokol adalah mengatur bagaimana sebuah komputer berkomunikasi dengan komputer lain.
    1. ISO mengeluarkan model jaringan OSI, yang didalamnya terdapat 7 layer, antara lain : layer fisik,       layer data link, layer network, layer trasport, layer session, layer presentation, layer aplikasi.
    2. DOD mengeluarkan model jaringan TCP/IP, punya 4 layer, antara lain : layer network, layer               internet, layer transport, layer aplikasi.
Demikian sedikit ringkasan tentang jaringan, ikuti blog ini dan hari esok saya akan menyampaikan tentang macam-macam tipe jaringan.

Jumat, 14 Maret 2014

Berikut ini saya akan memberikan cara bagaimana cara setting ip di mikrotik dengan winbox. semoga membantu.

1. Pastikan anda membuka(run) winbox anda, jika tidak punya silahkan download disini.


2. Lalu log in dengan account. username : admin. password :   ( biarkan kosong ). Lalu klik browse ( titik 3 ) lalu klik ip address anda.


3. Lalu pilih tab ip lalu klik address.

4. Lalu klik tanda +


5. Lalu masukkan ip address yang anda kehendaki lalu klik ok.


6. Lalu cobalah konektifitasnya dengan ping dari komputer ke ip pada mikrotik.


7. Selesai, silahkan mencoba :)

Selasa, 11 Maret 2014

Contoh Soal Perhitungan Subnetting

Soal –soal perhitungan subnetting biasanya berkisar di empat masalah yaitu: Jumlah Subnet,Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet dan Alamat Host-Broadcast.

Contoh Soal :
Subnetting apa yang terjadi pada IP Address kelas C 192.168.1.0/27?

Jawab :

Subnet mask dari 192.168.1.0/27 adalah 11111111.1111111.11111111.11100000  atau 255.255.255.224, maka:

Jumlah Subnet
Jumlah subnet dapat dicari dengan 2 pangkat x, dimana x adalah banyaknya angka 1 pada oktet 4, dalam perhitungan subnet mask diatas ada 3, sehingga Jumlah subnet mask adalah 2 pangkat 3 sama dengan 8 buah subnet

Jumlah Host per Subnet
Jumlah host pada tiap subnet dapat dicari dengan 2 pangkat y, dimana y adalah banyaknya angka 0 pada oktet 4, dalam perhitungan diatas ada 5, sehingga Jumlah Host tiap subnetnya adalah 2 pangkat 5 sama dengan 30 host tiap subnet.

Blok Subnet
Untuk mencari dapat dicari dengan dengan cara 256-224 (dimana 224 adalah nilai oktet 4) sama dengan 32. Untuk mencari subnet yang lain hasil ini dikali 2=64, dikali 3=96, dikali 4=128, dikali 5=160, dikali 6=192, dikali 7=224 dikali 8=256. Sehingga blok subnet yang valid adalah 0 (pasti ada), 32,64,96,128,160,192, dan 224.

Network Address, Host Address dan Broadcast Address yang valid
Untuk mencari alamat host, broadcast dan network (subnet)  kita langsung aja buat tabel lengkapnya perhitungan subnetting ini sebagai berikut :

subnet #1
subnet : 192.168.1.0
host pertama : 192.168.1.1
host terakhir : 192.168.1.30
broadcast : 192.168.1.31
subnet #2
subnet : 192.168.1.32
host pertama : 192.168.1.33
host terakhir : 192.168.1.62
broadcast : 192.168.1.63
subnet #3
subnet : 192.168.1.64
host pertama : 192.168.1.65
host terakhir : 192.168.1.94
broadcast : 192.168.1.95
subnet #4
subnet : 192.168.1.96
host pertama : 192.168.1.97
host terakhir : 192.168.1.126
broadcast : 192.168.1.127
subnet #5
subnet : 192.168.1.128
host pertama : 192.168.1.129
host terakhir : 192.168.1.158
broadcast : 192.168.1.159
subnet #6
subnet : 192.168.1.160
host pertama : 192.168.1.161
host terakhir : 192.168.1.190
broadcast : 192.168.1.191
subnet #7
subnet : 192.168.1.192
host pertama : 192.168.1.193
host terakhir : 192.168.1.222
broadcast : 192.168.1.223
subnet #8
subnet : 192.168.1.224
host pertama : 192.168.1.225
host terakhir : 192.168.1.254

broadcast : 192.168.1.255

Senin, 10 Maret 2014

Application layer Lapisan paling atas dari protokol model OSI (Open System Interconnections). Lapisan yang berfungsi untuk mengelola interaksi antara program dan pemakai, menerima perintah dari pemakai dan mengembalikan kode error ke pemakai jika terjadi error.

Application Layer adalah istilah yang digunakan dalam kategori protokol dan metode dalam model arsitektur dari jaringan komputer. Baik model OSI dan Internet Protocol Suite (TCP / IP) mendefinisikan lapisan aplikasi. Dalam TCP / IP, Layer Aplikasi berisi semua protokol dan metode yang jatuh ke dalam bidang-ke-proses komunikasi proses melalui (Protokol IP) jaringan internet dengan menggunakan Transport Layer protokol untuk menetapkan host-to-host koneksi yang mendasarinya. 

Dalam model OSI, definisi yang lebih sempit Application Layer dalam ruang lingkup, secara eksplisit membedakan fungsi tambahan di atas Transport Layer pada dua tingkat tambahan: Session Layer dan Presentation Layer. OSI menetapkan pemisahan yang ketat modular fungsionalitas pada lapisan ini dan menyediakan implementasi protokol untuk setiap lapisan. Lapisan aplikasi layanan umum memberikan konversi semantik antara proses aplikasi yang terkait. Catatan: Contoh layanan aplikasi umum dari kepentingan umum termasuk file virtual, virtual terminal, dan pekerjaan transfer dan protokol manipulasi. 

Application layer , Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. 

Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah web server, mail, FTP,DHCP,TELNET,DNS,SNMP.
  1. Web Server (HTTP,HTTPS) HTTP (Hypertext Transfer Protocol, adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW).
    Fungsi : menjawab antara client dan server. membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di host yang jauh (biasanya port 80). HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Pada umumnya port HTTPS adalah 443. Fungsi : HTTPS melakukan enkripsi informasi antara browser dengan web server yang menerima informasi. Memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers (penguping), dan man in the middle attacks.
  2. Mail (SMTP, POP3,IMAP) SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik (e-mail) di Internet. Menggunakan TCP, port 25.
    Fungsi : digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan e-mail dari e-mail klien ke e-mail server, mengirimkan e-mail kepada lokal account, dan menyiarkan ulang e-mail antara server-server SMTP. POP3 (Post Office Protocol version 3) sesuai dengan namanya merupakan protokol yang digunakan untuk pengelolaan mail. Fungsi : digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email. Menggunakan TCP, port 110. IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. Lebih kompleks daripada POP3.
    Fungsi : memilih pesan e-mail yang akan di ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, menghapus pesan e-mail yang ada.
  3. FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. FTP menggunakan protocol TCP port 21.
    Fungsi : untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.
  4. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya, artinya DHCP tersebut berbenturan, karena potokol IP tidak mengizinkan 2 host memiliki IP yang sama.
    Fungsi :
    • Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.
    • memberikan framework untuk disampaikan kepada client yang berisikan informasi tentang konfigurasi jaringan.
  5. TELNET(Telecommunication network) Adalah terminal interaktif untuk mengakses suatu remote pada internet. Fungsi : digunakan untuk mengakses remote host melalui terminal yang interaktif.
  6. DNS (Domain Name System) Merupakan database terdistribusi yang diimplementasikan secara hirarkis dari sejumlah name servers . Fungsi :
    • menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
    • address/name translation
    • DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
  7. SNMP (Simple Network Management Protocol) adalah standar manajemen jaringan pada TCP/IP.
    Fungsi : supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP. Protokol tersebut memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan perangkat jaringan khusus yang berhubungan dengan perangkat jaringan yang lain untuk mengumpulkan informasi dari mereka, dan mengatur bagaimana mereka beroperasi.
Fungsi application layer, antara lain :
  1. Mengidentifikasi dan menjamin ketersediaan partner komunikasi yang diinginkan
  2. mensinkronkan aplikasi yang bekerja sama
  3. membuat prosedur kesepakatan untuk error recovery
  4. mengontrol integritas data

Presentation layer merupakan lapisan ke-6 dari model refrensi OSI. Presentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Presentation layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer-layer di bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat lainnya, presentation layer memperhatikan sintaks dan semantik informasi yang dikirimkan.

Lapisan ini berhubungan dengan sintaks data yang dipertukarkan diantara entitas aplikasi. Tujuannya adalah untuk mengatasi masalah perbedaan format penyajian data. Lapisan ini mendefinisikan sintaks yang digunakan antar entitas aplikasi.          

FUNGSI PRESENTATION LAYER  
Secara umum fungsi dari presentation layer adalah :

  1. Enkripsi dan dekripsi dari suatu pesan untuk alasan keamanan.
  2. Kompresi dan dekrompresi suatu pesan sehingga dapat dikirimkan pada jaringan secara efisien. 
  3. Memformat grafis.
  4. Melakukan translasi konten.
  5. Melakukan translasi yang sifatnya spesifik terhadap suatu sistem tertentu.
  6. Bagaimana data dipresentasikan.
  7. Menyajikan data.
  8. Sebagai layanan penterjemah.
  9. Menentukan tipe data (gambar, audio, video, atau teks), enkripsi (ASCII atau EBCDIC), dan ekstensi file agar file siap ditampilkan di layer aplikasi. 

Presentation layer bertugas untuk menyajikan data kepada Application layer. Presentation layer ini ibarat sebagai translator dari sebuah jaringan. 

Presentation layer bertugas untuk melakukan :

  1. Character code translation (misalnya ASCII ke EBCDIC).
  2. Data conversion: (bit order, CR-CR/LF, integer-floating point, dsb).
  3. Data compression: mengurangi jumlah bit yang harus ditransmisikan ke jaringan.
  4. Data encryption: encrypt data untuk keamanan (misalnya password encryption). 

Contoh penggunaan :
Salah satu contoh dari Pressentation layer adalah Virtual Terminal Protokol (VTP). Fungsi dari VTP adalah suatu paket program dimana terminal khusus diubah fungsinya menjadi yang umum sehingga dapat dipakai oleh sembarang vendor. Paket software bagian ini adalah X28/X29/X.3 yang disebut sebagai PAD (Packet Assambly Deassambly).   
X.3 : mengontrol operasi 
X.28 :terminal emulator 
X.29 : Host emulator 

Contoh lain dari presentation layer adalah saat mendefinisikan format data yang mewakili data tersebut. Mendefinisikan format data ini sangatlah penting. Contohnya sewaktu kita mengirim/menerima Email. Yang biasanya dalam format ASCII atau HTML. Apabila formatnya menyediakan layanan untuk Layer yang diatasnya. Dia memformat data yang akan dikirim melalui jaringan supaya applikasi yang menerima mengerti/memahami bahkan bisa memanipulasi data tersebut.  

Contoh Aplikasi 
Pengaplikasian dari presentation layer pada dasarnya adalah penerjemah, pengkodean dan pengkonversi. Teknik transfer data yang berhasil adalah dengan mengadaptasi data tersebut ke dalam format standar sebelum dikirim. Tugas-tugas seperti kompresi, dekompresi, enkripsi dan dekripsi data berhubungan pada Presentation Layer. Standar yang digunakan untuk mengatur presentasi grafis, film dan suara adalah sebagai berikut : PICT, TIFF, JPEG, MIDI, MPEG, QuickTime, dan RTF.              

LAYANAN PRESENTATION LAYER 
Lapisan presentasi memberikan layanan pengelolaan pemasukkan data, pertukaran data dan pengendalian struktur data. Implementasi utama dari lapisan presentasi adalah penyediaan fungsi yang standar dan umum. 
Cara ini lebih efisien dibandingkan dengan pemecahan yang dilakukan sendiri oleh pemakai jaringan. Contoh dari protokol lapisan presentasi yang paling banyak dikenal dan dipakai orang adalah enkripsi data dan kriptografi. 
a. Defenisi Enkripsi Enkripsi adalah sebuah proses yang melakukan perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti atau tidak terbaca. Enkripsi dapar diartikan sebagai kode atau chiper.   
b. Defenisi Kriptografi Cryptography atau kriptografi adaah suatu ilmu ataupun seni mengamankan pesan dan dilakukan oleh cryptographer. Sedang, cryptanalysis adalah suatu ilmu dan seni membuka (breaking) ciphertext dan orang yang melakukannya disebut crypranalyst. Cryptographic system atau cryptosystem adalah suatu fasilitas untuk mengkonversikan plaintext ke ciphertext dan sebaliknya.

KOMPONEN JARINGAN DAN PROTOKOL LAYER 

komponen jaringan : 
  1. Gateway
  2. Redirector 

Protocols: 

  • Virtual Terminal Protokol (VTP). VTP merupakan contoh dari protokol pada Presentation layer. Fungsi dari VTP untuk presentasi layer adalah :
  1. Membuat dan memelihara struktur data.
  2. Translating karakteristik terminal ke bentuk standard 

Sabtu, 08 Maret 2014

Layer sesi adalah dimana sebagai prosedur logo pada sebuah jaringan network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan keamanan pada layer yang lain. Selain itu juga melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini adalah suatu session interface dan protocol(netbios), dikembangkan oleh IBM yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. Netbeui (NETBIOS Extended User Interface) suatu pengembangan dari netbios yang digunakan pada produk microsoft networking, seperti windows nt dan lan manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol), PAP (Printer Access Protocol) yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.

Fungsi Lapisan Sesi
Adapun fungsi dari layer sesi ini adalah sebagai berikut (Andrew S. Tanenbaum, 1996):
Untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu-lintas bergerak bergerak dalam bentuk dua arah pada suatu saat, atau hanya satu arah saja.
Manajemen token (Token Management). Fungsi ini masih terkait dengan fungsi pengendalian dialog.
Sinkronisasi (Synchronization). Pikirkan masalah-masalah yang dapat terjadi saat melakukan transfer file antara dua mesin yang memiliki durasi 2 jam dan selang waktu antara dua crash selama 1 jam. Setela masing-masing transfer dibatalkan, seluruh transfer mungkin perlu diulangi lagi dari awal, dan mungkin saja mengalami kegagalan lagi. Untuk menghilangkan masalah ini, lapisan sesi menyediakan suatu cara untuk menyisipkan pos pemeriksaan (checkpoint) ke aliran data, sehingga bila terjadi crash, hanya data yang ditransfer sesudah pos pemeriksaan  tersebut yang akan ditransfer ulang.

Cara Kerja Lapisan Sesi
Sesuai dengan namanya, lapisan ini berfungsi untuk menyelenggarakan, mengatur dan memutuskan sesi komunikasi. Session layer  menyediakan service kepada presentation layer. Lapisan ini juga mensinkronisasi dialog diantara dua host presentation layer  dan mengontrol komunikasi dengan membuka, mengelola, dan memutus hubungan antar aplikasi yang berkaitan.

Contoh Penggunaan dan Aplikasinya
Contoh penggunaan lapisan sesi adalah pada kompresi dan enkripsi data. Session layer juga bisa diaplikasikan pada  sistem – sistem berikut ini : 
  1. NFS (Network File System), dibangun oleh Sun Microsystem dan digunakan oleh workstation TCP/IP dan UNIX agar dapat mengakses remote resource.  
  2. SQL (Structured Query Language). SQL merupakan bahasa komputer standard ANSI ( American National Standard Institude ).Dengan SQL kita dapat mengakses database, menjalankan queri untuk mengambil data dari database, menambahkan data ke database, menghapus data di dalam database, dan meng-update data di dalam database. 
  3. RPC (Remote Procedure Call), merupakan protokol yang menyediakan mekanisme client/server pada sistem operasi. 
  4. ASP (AppleTalk Session Protokol), merupakan protokol yang menyediakan mekanisme client/server pada mesin-mesin Apple. 
  5. SCP  
  6. X Windows System, merupakan protokol yang menyediakan mekanisme client/server pada sistem opererasi Unix.

Layanan Session Layer
Session layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan Session dengan pengguna lainnya. Sebuah Session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah Session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya. Dalam  beberapa standart protocol jaringan, lapisan session dan lapisan transport digabung menjadi satu lapisan. jadi pada dasarnya lapisan session bertugas mengontrol kerja sama antar komputer yang sedang berkomunikasi.